Suka Duka Pengalaman Azubi Ausbildung dan Tips/Solusi Mengahadapi Permasalahan Ausbildung di Jerman

 

 

Lineyni.com- Juli 2018, sebuah pesawat perlahan meluncur di landasan pacu, kemudian berhenti sebentar lalu mempercepat dan wussssssshhhhhhh pesawat itu terbang dari Indonesia menuju Jerman.

”Ini adalah  perjalanan  luar  negeri pertama saya dan  ini juga pertama kalinya saya bepergian dengan pesawat ” ujar Adi pada saat dia menceritakan pertama kali dia datang ke Jerman.

Saat tiba di Jerman, matahari cukup cemerlang sinarnya memberi suasana cerah menyambut kedatangan Adi yang akan mengikuti salah satu satu Ausbildung di Jerman  (untuk yg belum tahu Ausbildung mohon  klik disini).  Adapun jurusan yang Adi ambil adalah jurusan Restoran (Restaurantfachmann). Dia melamar Ausbildung melalui salah satu  agen Ausbildung yang ada di Indonesia. Karena melalui agen, tentunya dia mengeluarkan sejumlah uang dari koceknya tapi tak apalah baginya demi mengejar impiannya yang telah lama ia cita-citakan.

Sebenarnya secara teroritikal Adi sudah cukup lama mempelajari negara Jerman ini, mulai dari bahasa, budaya dan kebiasaaan   karena Adi adalah  mahasiswa  lulusan  jurusan Bahasa Jerman dari salah satu Universitas Negeri yang berada di Yogyakarta.  Sebenarnya bagi Adi akan lebih mudah beradaptasi dibandingkan dengan teman-temannya yang bukan lulusan bahasa Jerman. Namun apa mau  dikata, Tuhan memberi serangkaian ujian pada Adi saat dia menjalani Ausbildung di Jerman.

Sudah hampir 2 tahun Adi menjalani Ausbildung. Di tahun pertama, tepatnya memasuki bulan ke lima menjalani Ausbildung. Adi memiliki kendala karena gajinya tak dibayarkan tepat waktu serta upah lembur yang tidak segera diganti. Tidak seperti layaknya Ausbildung yang lainnya, biasanya dibayarkan tiap bulan di akhir bulan. Meskipun demikian, Adi mencoba bertahan dengan beberapa pertimbangan dan berharap ada perbaikan. Namun kenyataanya tak sesuai harapan, sampai akhirnya di tahun kedua Adi memutuskan keluar dan pindah perusahaan.

Sepertinya yang dialami Adi ini cukup unik karena saya baru mendengar ada perusahaan di Jerman yang berani menunggak gajian Ausbildung.  Ini adalah kasus yang sangat menarik, saya kira pengalaman Adi ini bisa menjadi  pembelajaran hidup untuk para calon Azubi yang ingin mengikuti Ausbildung di Jerman.

Pengalaman Adi tidak seindah dari yang Adi bayangkan sebelumnya. Ternyata Restoran yang dijadikan Adi sebagai tempat Ausbildung menghadapi masalah keuangan sehingga mereka tidak mampu membayarnya. Pikiran negatif menyerbu kepala Adi dan  rasa sedih serta khawatirpun  menyergapnya,  membuat dirinya  kebingungan membayangkan bagaimana kehidupan selanjutnya  yang sebatang kara di Jerman karena tak ada sanak famili,  tak punya satupun  saudara berada di Jerman.

Kemudian Adi berusaha untuk menghubungi agennya yang di Jakarta, namun sayang ternyata tidak bisa banyak membantu. Mau tidak mau akhirnya  Adi memberanikan diri bercerita ke tempat dimana Adi bersekolah dan menceritakan semua kejadiannya.

Setelah berdiskusi panjang lebar akhirnya Adi memutuskan untuk keluar Ausbildung dari restauran tersebut. Setelah mengundurkan diri ternyata tidak memecahkan masalah malah masalahnya bertambah.  Tiba-tiba dia harus keluar dari rumah kosannya karena Adi sudah mengundurkan diri sehingga  kontrak kerjanya sebagai Ausbildung pun terputus dan otomatis diapun harus mencari rumah kosan baru.

Adi seperti kura-kura yang dipaksa keluar dari cangkangnya. Dia bingung harus kemana dan tinggal dimana,  sementara tidak ada uang sepeserpun. Untunglah saat itu ada seorang teman yang berbaik hati menampungnya selama 1 bulan.

”Seumur hidup saya tidak akan pernah melupakan kabaikan teman saya yang telah  menampung saya saat itu” tegasnya.

Setelah mengundurkan diri dari perusahaan dimana tempat Adi Ausbildung,  Adi dibantu oleh sekolahnya menghubungi pihak Agentur für Arbeit untuk mengurus gaji dan uang lembur. Agentur für Arbeit merupakan   sebuah lembaga yang mengurus ketenagakerjaan di Jerman.

Adi membawa surat pernyataan bahwa Restoran   dimana tempat kerjanya tidak mampu membayar gaji dan uang lemburnya ke Agentur fur Arbeit. Perjuangan Adi tidak hanya sampai  Agentur für Arbeit namun  Adipun berusaha menghubungi Jungenberatung. Jungenberatung merupakan salah satu lembaga yang mengurus pemuda-pemudi di Jerman. Kedua lembaga ini telah membantu Adi dalam menyelesaikan permasalahan yang dia hadapi.

Setelah dua minggu dari pertemuan dengan kedua lembaga tersebut, akhirnya semua gaji dan uang lemburnya dibayarkan langsung ke rekening Adi. Puji syukur semuanya telah terlalui walaupun dalam 1 sampai 2 bulan sejak pengunduran diri benar-benar menguras tenaga dan pikirannya. Mulai dari  pengunduran diri, lapor ke sekolahan, Agentur für Arbeit, Jungenberatung  dan mencari tempat tinggal baru.

Saya bisa mengerti perasaan Adi karena untuk berhubungan dengan Agent für Arbeit dan Jungenberatung , pastinya melalui birokrasi yang cukup panjang namun walaupun birokrasi Jerman itu terkenal cukup  panjang tapi birokrasinya efisien dan tuntas.

Adi benar-benar berterimakasih kepada lembaga sekolahnya karena selain memberikan solusi membantu menghubungi Arbeit für Agentur dan Jungenberatung untuk  mengurus gaji dan uang lemburnya, sekolah Adipun  membantu juga mencarikan tempat baru untuk Ausbildung.

Adi loncat kegirangan ketika sekolahnya memberi tahu bahwa ada tempat baru untuk Ausbildungnya yaitu di salah satu hotel yang tidak jauh dari sekolah dan tetap dengan jurusan yang sama (Restaurantfachmann) Ausbidung perhotelan. Karena tidak melalui agen tentunya gaji Adipun lebih besar daripada sebelumnya.

”lumayanlah sekitar 710 euro dapat makan sekali, cukuplah buat hidup disini. Uang makan paling sekitar 150 euro dan kamar sekitar 170 euroan saya masih bisa nabung” jelasnya.

 

TIP sebagai Azubi

 

Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan Adi saya mengambil kesimpulan bahwa pendidikan Ausbildung ini mengarahkan pada pendidikan yang terkait dengan dengan pekerjaan tertentu. Anda bisa mencari Ausbildung untuk berbagai bidang, anda bisa bekerja di Bank atau di tempat lainnya yang sesuai dengan minat anda.

Ausbildung ini benar-benar bagus untuk orang.orang yang ingin langsung terjun ke dunia kerja karena antara teori di sekolah dan tempat kerja berkolaborasi berkesinambungan dan mendapatkan uang saku serta  saat Ausbidung tidak perlu mempunyai deposito uang sebagai jaminan saat anda di Jerman.

Untuk menjadi Ausbildung anda bisa mendaptarkan diri melalui Agen yang ada di Indonesia tentunya anda harus mengeluarkan uang untuk mendaptar melalui Agen. Bila anda mendptar Ausbildungnya melalui agen  maka anda harus menanyakan secara detail sampai sejauh mana pertanggung jawaban agen tersebut. Hal ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi setlah anda berada di Jerman.

Atau bisa juga anda langsung melamar sendiri ke perusahaan tanpa harus mengeluarkan uang saat anda di Jerman setelah anda melakukan program Au-Pair atau FSJ seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya (Bisa di klik disini).

Karena Ausbildung ini bekerja sambil sekolah  maka biasanya untuk  menjadi Azubi  harus melewati masa percobaan atau dalam bahasa Jermannya disebut dengan probe. hal ini sama seperti halnya orang yang melamar kerja di tempat kerja pada umumya. Kalau mereka menganggap layak maka mereka akan memberikan kontrak perpanjangan Ausbildungnya dan bila tidak layak maka mereka akan memutuskan kontrak ausbildungnya. Jadi sebagai Azubi harus hati-hati dan bekerjalah dengan baik sesuai yang diharapkan oleh perusahaan.

Saat itu Adi mendapatkan probe selama 4 Bulan dan dia bisa melewati masa percobaan atau masa probe sehingga kontrak kerjanyapun diperpanjang,

”Terus bagaimana kalau sampai tidak lulus ?” tanya saya

”Ada teman saya yang tidak lulus probenya, otomatis dia putus kontrak Ausbildungnya kemudian dia langsung pergi ke Ausländerbehörde  (Kantor Imigrasi) setempat dan negosiasi dengan mereka untuk diberikan perpanjangan tinggal di Jerman untuk mencari tempat Ausbildung baru ” Jelasnya.

Adi mengungkapkan juga bahwa sebenarnya  Ausbildung tidak terlalu susah walau agak sedikit cape karena harus sekolah dan belajar tapi yang paling penting adalah penguasaan bahasa.

Adi merasakan walaupun dia adalah lulusan bahasa Jerman tapi tetap harus belajar lagi karena ternyata bahwa di Jerman itu aksennya berbeda-beda dari satu dengan tempat lainnya. Ketika kuliah di Indonesia kebanyakan belajar bahasa Jermannya itu banyak teorinya sedangkan  prakteknya tidak banyak dan saat di Jerman harus langsung praktek bicara.

”Tapi yang paling penting sebenarnya adalah rasa percayaan diri. Ada teman saya,  dia lulusan bahasa Jerman dan paling pintar di kampus namun sampai di Jerman ada rasa kurang percaya diri dan takut salah gramatikanya ketika harus berbicara, akhirnya dia sedikit  susah juga berkomunikasi” ungkapnya

Adipun memberi tips yang perlu dicamkan sebelum dan saat menjadi Azubi selain belajar bahasa Jerman seperti :

  • Harus jelas dulu tujuannya ikut Ausbildung itu untuk apa?
  • Harus dipersiapkan mental yang kuat karena ritme kerja dan budaya Jerman itu berbeda.
  • Bila anda mengahadapi masalah selama Ausbildung maka anda wajib untuk melapor dan menghubungi lembaga yang terkait seperti sekolah, Agentur für Arbeit  dan Jungenberatung. Mereka akan mengulurkan tangannya membantu kesulitan bila menghadapi kesulitan yang berhubungan dengan masalah Ausbildung khususnya masalah gaji dan ketenagakerjaan.

”Pokoknya jangan takut atau ragu hubungi saja mereka , seperti halnya saya saat itu. Mereka tidak hanya saja membantu mencairkan uang gaji dan uang lembur saja tapi  juga membantu saya saat saya pindah ke kosan baru. Mereka memberi saya beberapa perkakas rumah seperti meja, kursi, lemari, tempat tidur , kompor, alat masak dll” jelas Adi.

”Saya merasa orang Jerman itu baik dan senang membantu. Saya seorang laki-laki tapi mata saya berkaca-kaca ketika bala bantuan dari sekolah datang ke tempat kosan saya” kenang Adi.

”Ketika saya menanyakan mengapa mereka begitu baik pada saya, mereka hanya mengatakan pada saya bahwa mereka senang bisa mengenal dan membantu warga negara asing ”ujar Adi menceritakan kesan-kesan selama menghadapi masalah di Jerman.

Nah bagaimana kalau anda saat Ausbildung anda tidak betah?  Atau setelah dijalani anda merasa tidak suka melakukan Ausbildung tersebut alias salah pilih memilih jurusan, apakah anda bisa pindah ke jurusan lain ?

Bila hal ini terjadi pada anda maka sebenarnya anda  bisa pindah ke tempat lain,   namun anda harus  mencari dan mendapatkan terlebih dahulu tempat Ausbildung baru yang sesuai dengan minat anda. Bila anda sudah mendapatkan tempat yang baru maka anda mengajukan pengunduran diri. Bila anda mengundurkan diri sebelum mendapatkan tempat baru maka kontrak Ausbildung anda akan terputus dan hal ini akan menimbulkan masalah.

Sebaiknya anda membicarakan dengan pihak sekolah mengenai ketidak cocokan jurusan yang anda pilih atau masalah pengunduran diri sebelum mebuat keputusan karena pihak sekolah akan lebih tahu dan berpengalaman memberikan solusi terbaik untuk unda.

Demikianlah lika-liku dan suka dukanya menjadi Ausbildung di Jerman. Tidak semua Ausbildung mengalami kesulitan dan tidak semua Ausbildung mendapatkan kemulusan namun tentunya dengan usaha dan doa semuanya akan diberi kemudahan dan kelancaran.

Apakah di antara pembaca ada yang tertarik untuk ikut Ausbildung? Mungkin ada diantara yang  ingin tahu bidang-bidang atau jurusan apa saja Ausbildung di Jerman  dan berapa gajinya ? Adakah Ausbildung yang setelah lulus mendapatkan  gelar setara dengan S1 di Indonesia ?

Baca coretan berikutnya ya, Klik Di sini

Semoga bermanfaat.