Mau Pindah ke Jerman?, Inilah 8 Tantangan Hidup di Jerman Sebagai Pendatang Baru

 

 

Trier


Lineyni.com – 2017,  saya dan anak-anak terbang ke Jerman. Kami tinggal di sebuah desa perkebunan anggur yang berbukit-bukit dan  di lewati sungai Mosel serta  hutan hijau bertengger di atas bukit.

Tidak jauh dari desa kami,  ada sebuah kota tua bernama Trier. Kota tersebut memiliki warisan budaya dan dihuni oleh musium kelas dunia yang merupakan harta karun reruntuhan jaman Romawi.

Selain berada di dekat kota tua, tempat tinggal kamipun dekat dengan daerah perbatasan negara Luxemburg. Demikian pula bila ingin melipir ke negara tetangga atau keliling eropa seperti  Paris, Belgia atau Belanda, mudah dijangkau dengan kereta dan bis. 

Satu bulan kami di Jerman, serasa punya liburan panjang. Suami saya, mulai mengenalkan desa dan beberapa kota yang terdekat dengan tempat tinggal kami. Tiga bulan tinggal di Jerman,  saya mulai bisa membaca banyak hal yang luar biasa yang saya temukan seperti layanan sosial, pendidikan, kesehatan, infrastrukstur dan transportasi umum yang selalu tepat waktu. 

Satu bulan cepat berlalu, suami saya kembali bekerja. Mulailah saya dan anak-anak diwajibkan mandiri secara berangsur-angsur mengurus segala sesuatu keperluan.  Ternyata dibalik luar biasanya Jerman, ada beberapa tantangan  yang harus dilalui untuk bisa bertahan hidup di negara berbendera hitam merah kuning ini. Tantangan-tantangan ini bisa jadi tidak masalah bagi seseorang tapi bisa juga sebaliknya,  tergantung kepada diri masing-masing yang menjalaninya.  Inilah 8 tantangan yang saya hadapi , saat saya menjadi pendatang baru di Jerman.

 

1. Kendala Bahasa

 

Saat mulai dilepas sendiri, saat itu pula saya merasakan seperti di lempar ke planet asing,  dimana saya sulit mengungkapkan perasaan dan pikiran saya karena tidak paham bahasanya.  Saya  pergi ke supermarket, ke toko roti, bahkan ke dokter sekalipun saya harus menggunakan bahasa Jerman. 

Hal yang paling jengah saat awal pertama melakukan pekerjaan sendirian adalah saat pergi ke toko atau supermarket bila antriannya panjang.  Bukan malas mengantri tapi rasa tidak enak  menyeruak saat kasir menanyakan pesanan. 

Ada rasa tidak percaya diri dengan kata-kata yang keluar dari mulut sendiri  karena saya merasa bukan  hanya pelayan toko saja  yang mendengarkan, akan tetapi antrian yang dibelakangpun ikut-ikutan menyimak bahasa saya. Berlebihan memang, tapi itulah yang saya rasakan. Eeeemmmhhhh….. rasanya plong, saat saya bisa  keluar dari antrian kasir yang panjang.

Boleh jadi bahasa Inggris adalah bahasa international, namun tidak untuk di Jerman. Jerman adalah Jerman. Tetap bahasa yang digunakan adalah bahasa Jerman.

Kemana-mana saya ditemani paman google transalate di HP saya. Semua plang,  rambu-rambu dan formulir-formulir isian dimanapun menggunakan bahasa Jerman.

Lucunya, walaupun saya berwajah asia, ketika seseorang berbicara kepada saya di jalan atau toko-toko kebanyakan mereka akan memulai dengan bahasa Jerman.

Bahasa Jerman bisa menjadi tantangan baru untuk pendatang baru. Dulu saya mengira bahasa Jerman itu gampang karena hampir mirip dengan  bahasa inggris, ternyata tidak. Selain gramatikalnya yang komplek,  kata-katanyapun panjang-panjang ditambah lagi dengan cengkokan huruf r ditenggorokan dan desisan antara lidah dan gigi.

Bila anda ingin  tinggal di Jerman dengan visa un-limited maka anda harus memiliki serifikat B1. Mau tidak mau anda akan ditantang untuk menghadiri kursus bahasa Jerman.

 

2. Peraturan di Jerman adalah Masalah Serius

Setiap negara tidak akan sama. Hal yang di Indonesia dianggap biasa, mungkin di Jerman adalah tidak. Demikian pula sebaliknya.

Bisa jadi orang Jerman itu tidak mau urusan dengan privasi orang lain,  namun untuk masalah peraturan itu soal lain. Orang Jerman menganggap peraturan adalah masalah serius dan  menjadi tanggung jawab bersama. Selintas terlihat marah-marah atau kasar, saat anda melanggar atau melakukan kesalahan. Tetapi maksud mereka tidak demikian. Mereka hanya ingin menegakkan suatu peraturan yang harus dijaga bersama. Semisal.  anda menyebrang jalan tanpa menghiraukan rambu-rambu pejalan kaki dan anda nyelonong menyebrang. Maka mereka tidak akan segan menegur anda, apalagi bila ada anak kecil di sekitarnya. Karena bagi mereka orang dewasa adalah role model atau contoh  bagi anak-anak. 

Saya sering naik bis. Terkadang saya suka berpapasan dengan segerombolan  anak-anak sekolah dasar. Kalau mereka tidak tertib atau ribut di dalam bis, maka tidak segan.segan sopir akan memberhentikan bisnnya dan menegur mereka.  Setelah mereka tertib rapih maka bis pun melaju kembali. Jadi jangan heran, bila anda berdiri di jalur sepeda, atau tidak membereskan baki anda di rumah makan /kafe, atau sepeda anda saat malam tidak pakai lampu atau parkir mobil tidak benar …. atau dan atau ……   maka jangan tersinggung bila kena tegur.

 

3. Birokrasi

Saat anda tinggal di Jerman, anda harus siap dengan birokrasi yang panjang harus dihadapi dan tumpukan kertas harus di file dengan rapih. Banyak dokumen yang harus diselesaikan agar bisa menetap di Jerman. Anda akan menerima banyak surat selama hidup anda di Jerman. 1 tahun  anda tinggal di Jerman, mungkin akan sama jumlahnya selama puluhan tahun anda hidup di Indonesia.

Demikian pula bila anda punya tagihan, semua harus difile dan kwitansi  pembayarannya jangan sampai hilang. Jangan pula sampai terlambat membayar tagihan apapun  karena akan kena denda. Denda itupun  akan berjalan terus bersamaan dengan keterlambatan waktu pembayaran anda.

Penanganan dokumen pribadi saat anda di jerman harus diperhatikan. Karena selain email dan surat menyurat serta hard copy dokumen tetap ada  walau mereka terkenal sebagai negara dengan teknologi tinggi. Jadi,  anda harus mempunyai beberapa ordner file yang berbeda-beda agar tidak tercampur-campur.

Rapihkan pembukuan pengeluaran uang anda termasuk menyimpan beberapa tagihan dan uang transportasi ke tempat kerja dan slip gaji anda karena hal ini anda perlukan saat anda membuat laporan pajak. Anda akan mendapat kembali uang transportasi yang telah anda keluarkan. 

Birokrasi Jerman memiliki system yang unik, panjang tapi efisien bak rantai sepeda. Bila ada satu gigi dalam rantai roda itu tidak berfungsi maka sepeda tadi tidak akan berjalan. Artinya, bila ada satu aturan dan dokumen tidak diikuti maka akan menyebabkan masalah besar.

 

4. Pekerjaan

Ketika anda pindah ke Jerman bukan karena tugas bekerja dari suatu instansi atau perusahaaan maka anda akan berjuang dari Titik nol.  Meniti Karir dari nol tidaklah gampang, Anda harus belajar berbesar hati, sabar dan berusaha karena mungkin saja posisi jabatan anda di Jerman akan turun. Mungkin anda biasa bekerja di belakang meja dan berdasi  ketika di Jerman tidak akan sama. Anda harus pintar menelan ludah, karena untuk mencapai posisi sama dengan pekerjaan anda di Indonesia perlu waktu belajar, tenaga dan keterampilan bahasa. Namun demikian untuk masalah pekerjaan,  walau anda di Jerman hanya sebagai ”Embantu” akan tetapi gajinya sama atau mungkin lebih dengan ”Embos” di Indonesia. Jadi, jangan Berkecil hati karena tidak ada pekerjaan hina selama itu halal.  Pekerjaan yang berbahasa Inggris di Jerman  susah dicari,  kecuali di kota besar. Itupun bisa  jadi barang langka. Tetap bahasa Jerman menjadi bahasa pengantar diantara rekan kerja.

Bila anda ingin bekerja sesuai dengan ijazah atau pengalaman anda di Indonesia maka Ijazah anda harus di anarkenung terlebih dahulu.  Artinya harus melalui proses pengakuan dari suatu lembaga anarkenung yang telah ditunjuk. Ijazah, gelar, kualifikasi harus diverifikasi dahulu untuk dapat pengakuan dan tentunya tetap harus dibarengi dengan kemampuan keterampilan bahasa Jerman, 

 

5. Butuh Waktu Mendapatkan Teman Orang Jerman asli

Kami tinggal di sebuah desa, jadi saya mudah mengenal dan berkenalan dengan orang-orang di sekitar saya. Saling sapa mengucap salam (selamat pagi, selamat siang, selamat malam, apa kabar ) adalah menjadi bebiasaan seperti halnya di Indonesia. Tidak jarang saya menyapa duluan kepada mereka dan merekapun menyambut dengan ramah, sehingga saya cepat mengenal orang-orang di sekitar saya baik di tetangga ataupun di tempat kerja. 

Teman kenal di Jerman akan mudah di dapat karena dengan saling menyapa dan salam setiap kali berpapasan selalu dilakukan. Namun hanya sebatas kenal saja biasanya hanya teman kenal. Untuk ke tahap teman dekat atau sahabat, mereka tetap membutuhkan waktu. Saya pikir,  awalnya memang sulit untuk mendapat teman dekat atau sahabat orang asli Jerman, Namun jangan salah, saat mereka telah mengenal anda, maka mereka akan memperlakukan anda sebagai teman baik bahkan teman sejati dan  membuka diri pada anda.  Jadi mereka butuh waktu untuk mengenal anda   dan bisa menjadi teman dekat atau sahabat anda.  

Untuk mendapatkan teman dekat atau sahabat dekat dengan pendatang dari negara lain atau dari Indonesia sekalipun adalah mudah bagi saya  namun untuk mendapatkan teman dekat atau sahabat orang Jerman asli , saya membutuhkan waktu cukup lama. Setalah 2.5 tahun saya baru mendapatkannya.  Saya pernah bertanya pada sahabat saya orang asli Jerman, mengapa demikian. Ia mengatakan bahwa orang Jerman lebih memilih qualitas dalam persahabatan tidak memilih quantitas atau jumlah baik dalam berteman ataupun dalam bersahabat. Biasanya mereka kebanyakan punya sahabat yang benar-benar menjadi bagian dalam hidupnya, seperti teman kecil atau teman saat mereka sekolah. 

 

6. Manajemen Waktu dan Keuangan 

Ketika anda tinggal di Jerman , anda harus membiasakan diri hidup anda dengan penuh agenda karena segala sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan orang lain harus melalui termin atau perjanjian. Sekalipun anda sakit dan anda perlu ke dokter . Tetap anda harus membuat termin/janji , tidak bisa langsung datang. Kecuali kalau anda sudah parah sakitnya, maka harus telepon ambulan dan helikopter akan segera menjemput anda. 

Bila anda telat atau lupa dengan termin tersebut maka anda harus melakukan ulang buat termin baru dan tentunya waktunya mundur lagi. Hal ini tidak efisien. Semua janji harus on time tidak ada istilah jam karet.

Saat itu,  kami pernah janjian berangkat bersama-sama  untuk pergi ke suatu pusat kota jam 09.00 pagi . Anak saya sudah selesai mandi saat jam 09:00 , tapi belum rapih. Akhirnya suami saya meninggalkannya. Hal ini menjadi suatu hal pengalaman buruk untuk anak saya. Dia pun marah karena ditinggal di rumah dan tidak jadi ikut ke kota. Saya pun protes saat perjalanan menuju  kota.

’’Dia harus belajar mengatur waktu, biarkan dia marah  saat ini tapi nanti dia akan belajar bahwa dia tidak akan menyepelekan waktu, ’’ jelas suami suami saya.

Sejak kejadian itu, benar ternyata anak saya mulai bisa belajar tepat waktu. 

Hidup di Jerman tidak murah,  biaya hidup cukup tinggi. Maka anda harus benar-benar mengatur keuangan. Walau gaji lebih tinggi dari Indonesia namun  pengeluarannyapun tetap lebih besar apalagi pajaknya juga tinggi. Penerimaan dan pemasukan harus di catat agar terkontrol. Bila anda menerima uang pemberian dari orang lain yang menetap di Jerman   dalam jumlah yang besar, tolong tanyakan kembali kepada yang memberinya apakah mereka mendeklarasikan pemberian tersebt dalam laporan pajak atau tidak.   Bila mereka mendeklarasikan dalam laporan pajak maka andapun harus mendeklasikan juga dan anda wajib membayar pajak penerimaan uang dari  mereka kalau tidak anda akan terkena sanksi. 

7. Keagamaan

Di Jerman, agama adalah merupakan privasi orang. Namun demikian kehidupan keragaman beragama di Jerman tetap terjaga, bahkan tidak mempunyai agamapun adalah menjadi hak seseorang. 

Ada tantangan besar bagi umat Islam saat berada di Jerman yaitu ketika melakukan puasa di bulan Ramadhan pada saat sommer. Umat Islam harus 18 sampai 19 jam  melakukan puasa. Melakukan shalat isya, benar-benar tangah malam. Memang berat, namun setelah 3 hari biasanya akan menjadi biasa. 

Tapi sebenarnya tinggal di Jerman masih beruntung ada waktu untuk berbuka dan sahur, walau mepet. Yang lebih menantang lagi adalah negara Finlandia yaitu mereka harus berpuasa 23 jam.

Kalau saya tinggal di Finlandia, mengkin saat baru makan bala-bala, lontong dan kerupuk lalu sholat magrib kemudian harus cepat melaksanakan sholat isya. Setelah sholat isya, imsyakpun berkumandang padahal kolak dan  nasi uduk ayam goreng belum sempat saya makan. Bersyukurlah tinggal di Indonesia, saat puasa tidak selalu panjang. 

Bagaimana kalau puasa  saat musim dingin, Udara dingin mengundang rasa lapar, jadi  rasa lapar sering menghantui. Tapi untungnya saat winter gelap malam cepat tiba jadi puasanya normal saja tidak panjang waktunya. Bagaimana dengan agama lain? apakah ada tantangan juga. Saya pikir tax gereja bisa jadi sebuah tantangan bagi umat  agama Kristen. Bagi anda yang beragama Kristen,  harus membayar pajak kepada gereja sekitar 8 sampai 9 % dari penghasilannya.Prosentasi ini  tergantung di Bundesland mana tinggalnya.  Tapi hal ini bisa menghindar dengan tidak mendeklar agama Kristen anda saat registerasi kependudukan (catatan ,  bila anda keberatan untuk membayar tax tersebut). 

8. Bahasa Asing lainnya akan melemah, saat belajar bahasa Jerman. 

Bila anda sudah pernah belajar bahasa asing lainnya sebelum belajar bahasa Jerman maka biasanya bahasa asing yang pernah anda pelajari akan melemah. Saya pernah bertemu dengan orang India. Dan kami sempat berbincang-bincang mengenai kehidupan di Jerman. Dia saat itu ia berbicara dengan saya dengan bahasa Inggris. Tapi kadang-kadang terselip beberapa kata bahasa Jerman dalam pembicaraan tersebut.

Ia mengatakan bahwa setelah beberapa tahun di Jerman terkadang merasa kesulitan berbicara dengan bahasa Inggris.  Ia mengatakan bahwa bahasa Jerman itu begitu kuat. Terkadang kalau mekanisme  otaknya  melemah saat menemukan kata yang tepat, maka ia menghadapi kesulitan  dan bahasa Jerman selalu menyelinap ke dalam bahasa Inggrisnya.

Awalnya saya tidak percaya, tetapi ternyata kejadian juga dengan saya. Setelah beberapa tahun tahun tinggal di Jerman,  ternyata benar. Ketika saya berbicara dengan seorang teman berkebangsaan Australia …. Ha ha ha ha belibet juga di kepala saat berbicara,  kadang bahasa Jerman ikut-ikutan menyelinap kedalam bahasa Inggris saya.

Cerita ini saya ungkapkan pada seseorang yang dulunya mengajar bahasa Inggris di Indonesia. Jawabannya sama ternyata. Maka sering-seringlah anda tetap menggunakan bahasa asing yang telah anda pelajari sebelumnya,  agar tidak melemah atau diserang habis oleh bahasa Jerman.

Demikianlah 8 tantangan yang pernah saya rasakan sebagai pendatang baru tinggal di Jerman. Apapun tantangannya tetap sebagai pendatang baru harus menghadapinya tidak bisa lari dari kenyataan. Realita dan expektasi kadang tidak berbanding lurus namun dengan segala usaha semuanya akan baik-baik saja. Yang penting mau belajar, sabar dan siapkan mentalnya dan carilah informasi sebanyak mungkin serta jangan malu untuk bertanya. 

Adakah yang punya pengalaman lain saat baru-baru tinggal di Jerman? Atau adakah yang tertarik untuk tinggal di Jerman?