Kuliah Gratis di Jerman, Tanpa Uang Jaminan dan Dapat Uang Saku – Part 2

By Nh Schmitz

Sekilas kalau dilihat,  judul dari coretan pertama dan kedua memang seperti iklan dan mengiming-imingi orang lain karena ada kata gratis, dapat uang saku dan masuk ke negara orang tanpa uang jaminan. Sebenarnya saya tidak bermaksud untuk mengiming-imingi atau beriklan karena saya bukan agen. Saya  hanya ingin berbagi saja karena saya melihat banyak putra putri Indonesia  yang pintar, punya potensi untuk maju namun tidak  semua  punya kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi karena  terbentur dengan masalah biaya.

Belum lama memang saya di Jerman , tahun 2020 ini adalah tahun ke tiga saya tinggal di Jerman. Walau belum lama, saya bisa melihat bahwa Jerman banyak menawarkan kesempatan belajar kepada pemuda pemudi dunia untuk belajar di Jerman dengan syarat,  mampu berjuang dan belajar dengan standard qualitas Jerman yang telah ditentukan.

Saya merasa bangga dan  ikut senang karena tidak sedikit putra putri  Indonesia yang menuntut ilmu di Jerman dan mampu bersaing dengan bangsa lain dan  bergulat meraih pendidikan di Jerman sampai tamat walau pikiran dan badan mereka kadang terbelah  dua untuk sekolah dan bekerja.

Saya pikir pendidikan Jerman punya kualitas terbaik di dunia dan selalu konsisten menjaga kwalitasnya serta biaya pendidikannyapun terhitung cukup rendah, dibandingkan dengan negara lain bahkan dengan  Indonesia sekalipun. Boleh dibilang biaya kuliah di Jerman gratis, kalaupun ada biaya biasanya hanya sebagai biaya administrasi dan tiket gratis tranportasi umum bis dan kereta untuk mahasiswa itu sendiri. Kisaran biayanya antara 200 sampai 300 euro.

Kalau dihitung-hitung di banding-banding lebih murah,  akan tetapi  di sisi lain ada hal yang tentunya memberatkan orang tua  atau mahasiswa itu sendiri yaitu biaya hidup di Jerman yang cukup lumayan mahal yang membuat orang mengurungkan kembali niatnya untuk menuntut ilmu di Jerman.

”Untuk biaya hidup di Jerman sebagai pelajar itu tentative,  tergantung kota dan pribadi masing-masing tapi rata-rata 250 euro untuk rumah dan sekitar 100 euro untuk makan” Jelas salah seorang pengurus perkumpulan mahasiswa dimana saya tinggal.

Selain biaya hidup yang perlu dipikirkan adalah langkah menuju Jerman, yaitu setiap mahasiswa yang akan kuliah di Jerman harus mengantongi deposit uang sekitar 10.236 euro untuk tahun 2020. Tentunya ini bukan uang kecil bagi kebanyakan orang.

Batu Loncatan ke Jerman

 

 

Walaupun uang jaminan cukup besar tapi tidak menyurutkan orang dari berbagai penjuru dunia untuk bersekolah di Jerman . Mereka datang tidak dengan menbawa sekarung uang jaminan tapi dengan cara lain yaitu lewat beberapa program seperti  Au-pair atau FSJ  lalu melanjutkan sekolah dengan mengambil Ausbildung atau Dual Studium sehingga mereka bisa sekolah di Jerman dan mendapatkan uang saku.

 

Au-Pair

 

Au-Pair banyak dijadikan batu loncatan para pencari sekolah gratis dari Indonesia dan non Indonesia, sayangnya Au-Pair ini kebanyakan yang dibutuhkan perempuan namun tidak menutup kemungkinan laki-lakipun bisa melamar karena ada walau tidak banyak   Gast familie yang mau menerima Au-Pair laki-laki.

Apakah anda masih ingat perjuangan Nuki ? (mohon baca dulu   coretan part 1 klik disini,

Nuki seorang gadis remaja Surabaya yang datang ke Jerman lewat jalur Au-Pair. Pada awal cita-citanya, Nuki ingin  bekerja di Jerman namun pada kenyataannya Jerman tidak pernah menerima pendatang untuk bekerja sebagai TKI atau  di sektor domestik kecuali orang yang punya keahlian.

Orang yang punya keahlian bisa mendapatkan blue card dan boleh bekerja di Jerman. Namun bagi yang tidak punya keahlian harus ikut pendidikan atau sekolah dulu setarap dengan standard Jerman. Kalaupun anda punya ijazah dengan sederet gelar pun  tetap harus di anarkenung di terjemahkan, distandardisasikan dengan pendidikan Jerman apakah layak sesuai dengan standar Jerman atau tidak.

Mau tidak mau Nuki juga harus kembali ke bangku sekolah namun tidak semudah itu , Nuki harus belajar bahasa Jerman. Bila ingin hidup di Jerman dan bekerja di Jerman harus bisa berbahasa Jerman. Nah apalagi Nuki ingin kembali ke sekolah yang pengantar bahasanya adalah bahasa Jerman, Walaupun banyak orang Jerman yang bisa berbahasa Inggris tetap dalam kehidupan sehari-hari dan bekerja serta sekolah menggunakan bahasa Jerman kecuali mungkin orang yang bekerja khusus berhubungan dengan orang luar negara Jerman, perusahaan internasional atau sekolah international.

Akhirnya Nuki ikut sekolah bahasa Jerman, tidak tanggung-tanggung Nuki ikut double sekolah bahasa. ”Sekolah bahasa Jerman double ? Kuat ? Capek engga ya kira-kira ?”

”Memang apa yang belum kita jalani sulit tapi jika sudah kita jalani akan terasa mudah tentunya berkat bantuan Allah”. jelas Nuki.

Setiap hari Senin, Nuki sekolah bahasa Jerman level A2 di malam hari di daerah Schweich karena pagi hari Nuki harus menemani adik-adiknya (sebutan pada anak-anak Gaste Familie). Kursus dimulai  dari jam 18.00 sampai 19.30 malam dan yang kedua di daerah Trier setiap hari Sabtu dari jam jam 10-00 pagi sampai jam 15.00 sore. Saat tes di Trier, Nuki diterima di level B1 tapi karena ada fasilitas boleh mengikuti level A2 maka Nuki pun mengambil juga paket A2 nya sampai B1. Sebenarnya belajar bahasa tidak perlu double seperti Nuki, tapi karena Nuki rajin dan suka tantangan dia mengambil dua tempat secara bersamaan.

Gaste Familie memberikan kesempatan pada Nuki untuk ikut sekolah bahasa. Gaste familie memberikan kontribusi  biaya kursus bahasa Jerman. Kontribusi biaya bahasa Jerman ini tergantung dari Gaste Familie masing-masing ada yang penuh dibayarkan oleh Gaste Familie ada yang sebagian. Hal ini tergantung negosiasi dari masing-masing Au-Pair dan Gaste Familie. Saat itu Nuki mendapatkan support 50 Euro (800 rb dengan kurs saat ini 16.000) per minggu untuk belajar bahasa Jerman dan 260 euro ( 4 juta 160 ribu rupiahan) per bulan  untuk uang saku. Nuki ikut kursus level A2 sampai B1 saat Au-Pair.

Hidup Nuki bergelut dengan waktu dan rencana saat menjadi Au-Pair. Pada saat bulan ke 5  menjadi Au-Pair , Nuki harus memutuskan jalur mana yang harus dia ambil untuk mempepanjang ijin tinggal di Jerman. Dia mulai menulis beberapa rencana ke depan dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, apakah dia memilih  FSJ (pekerja sukarela), Ausbildung (training profesional – pendidikan Vocational) ataukah kuliah.

 

FSJ

 

Setelah merenung dan mengukur kemampuan bahasa Jermannya, Nuki memutuskan untuk mengambil program FSJ. Pada bulan ke 6 saat menjadi Au-Pair,  Nuki mulai sibuk melamar FSJ sana sini.  Untuk  melamar satu program di Jerman harus dilakukan jauh-jauh hari bahkan jauh-jauh bulan  karena di Jerman biasanya perusahaan atau lembaga  punya planing panjang. Bila mereka punya proyek tahun depan maka planingnya sudah selesai 6 bulan sebelumnya bahkan ada juga satu tahun sebelumnya.

Nuki punya alasan tersendiri mengapa dia memilih program FSJ terlebih  dahulu ketimbang memilih langsung untuk  Ausbidung atau kuliah.

”Aku pengen ada waktu happy-happy dulu dan untuk mempebaiki bahasa Jerman juga sih. Selain itu aku mau mencoba membiasakan diri kerja dengan orang Jerman tapi yang enggak  langsung susah tingkatannya” Jelas Nuki saat saya menanyakan mengapa dia ikut FSJ, tidak langsung mengambil Ausbidung atau kuliah seperti Au-Pair lainnya

Banyak sudah lamaran yang Nuki layangkan ke beberapa Träger (lembaga pemberi tempat FSJ) tapi ada satu yang menarik perhatian Nuki yaitu ”Epilepsi”. ”Apa yang ada di benak anda saat mendengar kata penayakit yang satu ini ?” betul sekali… kejang-kejang.

”Aku tertarik untuk bergabung menangani epilepsi karena menurutku ini pengalaman yang akan menantang andrenalinku di Jerman dan ilmunya bisa diterapkan di Indonesia” ujarnya.

”Aku dapat Träger ICE di Dresden, jauh banget kan dari ujung barat ke ujung timur !!.” ungkapnya  sambil tertawa. ”Jauhhhh banget Dek !!

” Aku suka kota di perbatasan karena di Trier aku sudah bisa menjelajahi Belanda, Belgia , Luxemburg, Perancis. Jadi aku mencari di bagian timur dengan harapan aku bisa jalan-jalan ke Jerman bagian timur. Kebetulan Dresden termasuk dekat dengan Polandia, Ceko dan Austria. Nuki ini ternyata punya jiwa petualangan, semangat tinggi dan pantang menyerah.

Nuki mendapatkan email dari Trager ICE yang mengatakan bahwa mereka tertarik untuk melakukan interview melalui Skype.  Beberapa kali termin (jadwal) karena tidak ada waktu yang pas. Jadwal pertama adalah tanggal 25 tapi dia tidak dihubungi. kemudian Nuki menghubungi pihak ICE sampai akhirnya dapat jadwal ke 2 demikian juga tidak dihubungi. Jadwal ke 3, pihak ICE menghubungi Nuki namun dia saat itu sedang menginap di rumah temannya untuk menjaga anak temannya . Sampailah Nuki ke jadwal ke 4, sama-sama pas waktunya antara waktu Nuki dan pihak ICE nya. Merekapun melakukan melakukan wawancara lewat video call. Walau dua kali tidak dihubungi tapi tetap Nuki terus memfolow-up pihak Trägernya sehingga pihak Tragerpun melihat ada kesungguhan Nuki.

Saat Jadwal ke 4 lah,  Nuki langsung video call dengan seorang dokter  dari ICE . ”Sudah bapak-bapak tapi keren penampilannya, dengan kemeja putih dibalut sweater biru. Orangnya ramah dan humoris dan dia menceritakan ke aku bagaimana gambaran kecil bekerja dengan orang epilepsi” ungkap Nuki

”Jujur awalnya takut tapi aku melihat sisi lain bahwa  Indonesia masih membutuhkan penanganan penyakit epilipsi, bukan aku bilang Indonesia jelek tapi aku ingin mengabdi pada negara Indonesia dengan ilmu yang aku punya dari negara orang ” ujarnya.

”Bravo  …… Nuki!!!! Aihhh Kewreeeeen. !!  teriak saya. Ehhhmmmmm …. Nuki dalam hidupnya ternyata punya misi dan visi.

Tanpa alang melintang akhirnya wawancara Nuki dengan Trägernya  lancar jaya,   Tragernya bergayung sambut dan  Nuki diterima sebagai sukarelawati di  lembaga sosial berkebutuhan khusus bidang epilepsi.

Nuki itu orangnya tidak pelit ilmu, Dia berbagi kepada saya mengenai kelengkapan dokumen yang biasanya dibutuhkan oleh Träger saat melamar FSJ (tentunya tidak sama setiap TRäger) akan tetapi yang secara umumnya seperti ini :

  1. Lebenslauf ( Data diri  atau CV)
  2. Motivationbrief (Surat motivasi)
  3. Surat lamaran
  4. Zeugniss (Ijazah yang sudah diartikan ke bahas Jerman dari penerjemah tersumpah
  5. Foto Biometrik
  6. Surat rekomendasi dari GF (Gaste Familie) – kalau anda Au-Pair
  7. Aufhanteltitel (KTP sementara Jerman) – kalau sudah tinggal di Jerman
  8. Teilnahmebescheinigung (bukti belajar bahasa Jerman)
  9. Scan depan bagian visa (bila sudah mendapatkan visa)
  10. Attest ( surat keterangan sehat – termasuk keterangan vaksin ( vaksin apa saja yang pernah anda dapat ) dan rontgen —surat attes ini sudah Nuki siapkan sebelum Nuki berangkat ke Jerman).
  11. Polizeiliches führungzuegniss (seperti surat SKCK)
  12. Mengisi form pendaftaran data diri yang diberikan Trager bila ada (Personalbogen)

Nuki pun berpesan selama anda mencari /wawancara FSJ, jangan lupa untuk menanyakan apa saja yang akan anda dapatkan. Adapun yang Nuki dapatkan dari Trägernya adalah sebagai berikut :

  1. Unterkunft (rumah tinggal) tapi ada juga Träger yang memberi uang sewa dan rumahnya cari sendiri
  2. Versicherung (asuransi kesehatan)
  3. Makan selama kerja
  4. libur 26 hari
  5. Uang saku 350 euro (tapi tiap Träger berbeda)
  6. Tiket pesawat max 300 euro (pulang ke Indonesia)

 

Nuki bersama teman-teman FSJ dari berbagai negara

 

 

Saat ini Nuki sedang melaksanakan FSJ dan kursus Bahasa Jerman level B2. Setelah FSJ selesai Nuki berencana akan  mengambil Ausbildung Perawat. Nuki bisa melamar langsung ke rumah sakit atau lembaga lain yang menyediakan pendidikan perawat dan Nuki akan dididik untuk pekerjaan masa depannya sebagai perawat.

Ketika Nuki  menjalankan Ausbildung perawat, dia akan mendapatkan gaji bulanan karena selain dia belajar disekolah dan dia juga bekerja di rumah sakit. Setelah Nuki lulus maka Nuki  bisa langsung bekerja di rumah sakit tersebut sebagai perawat atau kalau ingin suasana baru bisa melamar ke rumah sakit lainya.

Setelah Nuki menyelesaikan Ausbildung selama 3 tahun maka Nuki bisa bekerja sesuai dengan jurusan Ausbildung yang telah Nuki selesaikan dan bekerja di Jerman atau Nuki bisa juga pulang ke Indonesia dan bekerja di Indonesia.

Demikianlah kisah Nuki gadis manis Surabaya yang ingin kembali ke bangku sekolah.

Sukses selalu buat Nuki dan bila ingin tahu kisah-kisah Nuki di belantara Jerman lebih jauh , bisa anda klik Wattpad Nuki

Pengertian dan Ruang Lingkup FSJ

 

FSJ singkatan dari Freiwiliges Soziales Jahr atau Sukarelawan Sosial Tahunan. Ruang lingkup pekerjaan dari FSJ adalah bekerja di bidang sosial seperti rumah sakit, panti jompo, orang -orang yang berkebutuhan khusus, musium dll.

 

FSJ Sebagai Wadah Belajar dan Mengenal Dunia Kerja

 

Sekolah Jerman telah mengenalkan dunia pekerjaan pada anak-anak sedini mungkin sejak mereka SD, tapi tetap masih ada juga diantara anak-anak lulusan SMA yang masih bingung mau mengambil jurusan apa untuk menempuh pendidikan selanjutnya.

Menentukan  jurusan dalam menempuh  pendidikan di Jerman itu harus benar-benar dan tidak boleh asal-asalan karena jurusan  akan menentukan dan membawa serta menempatkan anda dimana anda harus bekerja.

Nah,  Pemerintah Jerman punya inovasi ide segar membuka program FSJ  membantu menghapus kebingungan dan keraguan selama menentukan pilihan pendidikan atau  pekerjaan selanjutnya. Adapun jangka waktu FSJ  ini minimum  6 bulan, ada juga yang setahun dan dapat diperpanjang sampai 18 bulan.

FSJ ini bisa juga dijadikan wadah untuk belajar dan mengenal lebih jauh lagi tentang dunia pekerjaan karena pada saat FSJ , selain bekerja penuh waktu, mereka juga  akan diberikan pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar.

 

 

Keuntungan Ikut Program FSJ dan Persyaratan  untuk menjadi FSJ

 

Bila anda lulus SMA atau kuliah tapi belum tahu mau kemana anda  melangkah atau masih binggung mau kerja atau nerusin kuliah lagi atau ingin pergi ke luar negeri berpetualangan tapi tak ada uang cukup,   boleh jadi FSJ di Jerman bisa menjadi pilihan anda agar anda lebih matang dalam menentukan pendidikan anda selanjutnya dan bisa menambah wawasan hidup di negeri orang.

Ada beberapa keuntungan menjadi FSJ :

  • Bisa belajar dan menambah wawasan luas mengenai dunia kerja di Jerman
  • Belajar membantu orang lain dan belajar bertanggung jawab
  • Bisa belajar dan praktek bahasa Jerman
  • Bisa menambah teman dari berbagai negara, karena FSJ datang dari berbagai negara
  • Bisa jalan-jalan keliling Jerman bahkan Eropa karena Jerman terletak di sentral eropa
  • Anda dapat bekerja dan mendapatkan makanan, akomodasi dan uang saku sekitar 350 euro sebagai imbalannya.
  • Bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk mengenal diri anda dan orang lain dalam kehidupan
  • Memiliki hak liburan  26 hari dalam jangka waktu 12 bulan.

Mungkin anda belum pernah bepergian ke luar negeri ada pasti perasaan ragu atau takut, namun jangan khawatir Jerman adalah salah satu negara teraman di planet bumi ini.

Adapun persyaratannya FSJ pada umumnya sebagai betikut:

  • Tamat SMA atau kuliah
  • Punya sertiikat bahasa A1 tapi  saya sarankan sebaiknya  minimal A2
  • Bersedia bekerja minimal 6 bulan maximal 18 bulan ( tergantung kontrak)
  • Bersedia ikut pelatihan/training dan seminar
  • Tertarik bekerja di bidang sosial, ramah dan bekerja keras
  • Bersedia meningkatkan kemampuan berbahasa Jerman
  • Mau berinteraksi dan bekerja sama dari berbagai macam negara
  • Mempunyai pikiran terbuka tentang orang lain dan kehidupannya
  • Bisa merefleksi diri terutama saat bekerja dengan orang yang berkebutuhan khusus, orang tua atau orang yang sakit atau orang yang membutuhkan pertolongan anda.

Jadi FSJ ini bebas tidak ditentukan jenis kelaminnya, agamanya, sukunya atau dari negara mana asalnya. Siapapun bisa,  asal anak muda yang berusia 18 tahun sampai 26 tahun. Bila anda masih muda tapi usia anda lewat dari 26 tahun maka anda bisa mengambil program BFD (Bundesfreiwilligendienst)..

BFD ini sebenarnya sama programnya seperti FSJ juga hanya yang membedakan adalah pengelompokan usia dan jam kerjanya. Kalau usia FSJ dari 18 samai 26 saja, sedangkan BFD lebih dari 26. FSJ harus bekerja penuh waktu  tapi kalau BFD bisa memilih penuh waktu atau paruh waktu kerjanya.

 

Cara Mencari lowongan FSJ

 

Bila anda tertarik mengajukan permohonan FSJ atau BFD, silahkan menghubungi salah satu agen layanan Sosial sukarela (Pemberi kerja FSJ) atau dalam bahasa Jermannya  disebut “Träger” . Trager inilah yang akan memberikan  tempat FSJ dan memberi tahu anda tentang bidang yang akan dikerjakan, kondisi kerangka kerja dan prosedure standaroperasional  dari aplikasi dan pekerjaannya.

Nah bagaimana kalau anda masih berada di Indonesia. ”Apakah anda bisa melamar FSJ saat anda masih berada di Indonesia?”.

Anda bisa melamar dari Indonesia  asal anda punya jaringan internet karena saat wawancara  dilakukan secara on line. Seperti halnya Nuki,  dia mengirimkan lamaran melalui email dan wawancara melalui on line Skype.

Mungkin ada pertanyaan, ” Kapan penyelenggaraan FSJ?,  Ini sebenarnya tergantung masing-masing lembaga sosial  namun biasanya FSJ ini berlangsung  di bulan April, Agustus dan Oker.

Menurut pandangan  saya FSJ ini bukan hanya sebagai wadah untuk mengenal dunia kerja di Jerman dan mengasah kemahiran berbahasa Jerman serta belajar budaya berbagai negara namun ada beberapa keuntungan lainnya :

1. Lebih mantap dalam menentukan jurusan atau studi lanjutan

Karena anda ikut FSJ di Jerman maka anda tinggal sebagai FSJ  di Jerman dan hal  ini tentunya sangat menguntungkan anda karena anda akan lebih mudah dalam mendapatkan informasi mengenai jurusan ausbildung dan studi di Jerman. Andapun bisa langsung bertanya ke sekolah atau perusahaan bahkan universitas  yang mengadakan Ausbildung atau studi lainnya sesuai yang anda harapkan.

2. Lebih murah biayanya

Di Indonesia banyak agent Ausbildung namun tentunya anda harus mengeluarkan uang dari kocek anda yang tidak sedikit, mungkin sekitar beberapa puluhan juta karena anda mendapatkan informasi dan penempatan tempat Ausbildung dari mereka. Biasanya jurusan yang diberikan oleh Agent Ausbildung hanya terbatas karena tergantung dari sejauh mana kerjasama antara agent Ausbildung dengan perusahaan yang anda di Jerman. Karena penempatan Ausbildungnya tergantung Agent maka andapun selain tidak banyak pilihan  dalam menentukan jurusan dan menentukan kota yang anda harapkan.

Bila anda sudah tergabung dengan FSJ di Jerman maka anda bisa mengurus sendiri tanpa agent Ausbildung atau studi sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan tempat Ausbildung atau  kuliah anda.

Ausbildung 

 

Ausbildung adalah suatu bentuk profesional traning dimana siswa bersekolah dan bekerja bersamaan. Siswa akan mendapatkan pengetahuan teori dan praktek sekaligus dalam waktu bersamaan. Siswa yang sedang melakukan ausbildung ini disebut dengan Azubi. Pendidikan profesional ausbildung ini mengarahkan anda pada pekerjaan tertentu.

Anda akan mendapatkan pelatihan profesional praktis di tempat dimana anda diterima mejadi Azubi. Pada saat menjadi Azubi anda harus bekerja 3 hari dan 2 hari  di sekolah. Karena  anda sambil bekerja maka anda mendapatkan gaji bulanan.

Besar gaji bulanan ini berpariasi sesuai bidangnya masing-masing biasanya antara 700 (11.juta dua ratus ribu rupiahan – kurs sekarang sekitar 16.000 Rp.) euro sampai 1000 (16 juta rupiahn -kurs 16.000)  lebih  euro dan setiap  tahunnya gaji Ausbildung akan ada kenaikan dan anda berhak mendapatkan Schulferien atau liburan sekolah yang ditentukan oleh sekolah masing-masing.

Untuk melamar Ausbildung ini, pertama-tama anda harus menentukan minat anda dalam bidang apa, setelah itu tentukan keinginan tempat anda bekerja. Bagaimana cara melamarnya, anda bisa lihat di beberapa web-site lowongan pekerjaan  di Jerman atau bisa langsung melamar ke tempat yang menyelenggarakan Ausbildung tersebut misalnya Bank, kantor pos, apotek, rumah sakit, pabrik, supermarket, perusahaan dan lain sebagainya.

Setelah lulus Ausbildung anda akan mendapatkan sertifikat dengan titel Gesselle. Lulusan Ausbidung di Jeman setara dengan diploma 3 di Indonesua Setelah lulus Ausbildung, anda bisa langsung bekerja atau bisa juga  ikut pelatihan lagi 2 tahun sebagai tambahan menambah kualifikasi menjadi seorang Meister.

Program Ausbildung ini banyak juga dijadikan sebagai batu loncatan untuk pelajar dari luar untuk kuliah  S2 . Maksudnya? jadi begini, ada yang dari negara asalnya sudah tamat kuliah dan menyandang gelar setara S1 di Indonesia, kemudian mereka mengambil Ausbildung. Karena Ausbiddung mendapatkan gaji maka mereka uang gajinya mereka kumpulkan.  Setelah uangnya terkumpul maka tabungannya bisa dijadikan jaminan untuk kuliah S2.

 

Dual Studium

 

Bila anda setealh tamat SMA ingin melanjutkan sekolah dan ingin mendapatkan uang saku sekaligus mendapatkan gelar Bachelor setarap dengan S1 di Indonesia  maka Dual Studium boleh menjadi pilihan anda.  Dual studium merupakan program studi ganda terpadu menggabungkan teori yang dipelajari di universitas dengan praktek di suatu perusahaan. Jadi ada semacam kerja sama kolaborasi antara Perusahaan dan Universitas.

Kurikulunya terdiri dari teori dan pengetahuan praktek dengan volume perbandingan yang seimbang.Tujuannya adalah agar siswa memahami secara akademik dan keterampilan praktek yang diperoleh melalui pekerjaan sehingga kalau anda belajar di Dual Studium maka anda akan mendapatkan pengalaman profesional selama studi.

Selain mendapatkan pengalaman profesional selama studi, Duales Studium ini mendapatkan dua gelar yaitu gelar sarjana dan gelar Tenaga Ahli.

Dual studium ini bermacam bermacam bidangnya ada  bidang teknik, design , industri bangunan, real estate, manajemen pariwisata, manajemen sosial, pekerjaan sosial, ekonomi dan kesejehteraan dll.

Untuk bisa kuliah dual studi ini anda bisa mencari lowongan dual studi di internet seperti halnya di web site lowongan kerja  atau di universitas-universitas,   sekolah sekolah tinggi  dan bisa juga anda langsung melamar ke perusahaan yang menawarkan kesempatan dual studi.

Karena dual studi ini merupakan kerja sama antara perusahaan dan universitas maka siswa akan memperoleh kontrak studi selama periode tertentu. Diterima atau tidaknya bisa ikut dual studi ini tergantung pada  kelulusan ujian, wawancara dan penilaian.

Secara finansial siswa yang belajar dual studium akan lebih mandiri dibandingkan yang kuliah biasa karena mereka sudah mendapatkan uang selama studi namun di sisi lain memiliki waktu sedikit dari pada teman-temannya yang kuliah biasa.

Dual studium menuntut banyak pekerjaan dan tidak ada liburan semester tetapi mendapatkan  cuti layaknya orang yang bekerja di suatu perusahaan. Waktu belajarnya adalah biasanya 3 bulan di universitas kemudian 3 bulan di perusahaan. Adapun uang saku yang diterima biasanya  450 (7 juta 200 an- kurs 16.000) euro sampai 1200 (19 juta 200 ribu rupiahan) euro bahkan kemarin saya lihat di sebuah iklan ada yang 1400 (22 juta 400 ribu rupiahan)  euro.

Itulah beberapa batu loncatan ke Jerman yang dapat anda boleh coba untuk bisa sekolah di Jerman tanpa harus mempunyai  uang jaminan dan  bisa belajar dengan gratis bahkan mendapatkan uang saku.

‘Apakah ada selain cara lain agar bisa kuliah di Jerman tanpa harus mengirim bukti uang jaminan?”

Sebenarnya ada namun sepertinya persaingannya cukup ketat dan hanya orang-orang yang punya prestasi akademik yang bagus saja yang bisa lolos untuk mendapatkannya yaitu Bea siswa atau scholarship.

Bila anda punya prestasi akademik yang bagus boleh saja anda bisa mencobanya, siapa tahu bisa mendapatkan bea siswa atau scholarship tersebut.

Bea Siswa atau Scholarship

 

Apa itu scholarship ?

Scholarship adalah semacam bea siswa yaitu dukungan atau bantuan keuangan yang diberikan kepada siswa berdasarkan prestasi akademik atau bisa juga berdasarkan kriteria lainnya agar siswa tersebut bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yang telah ditentukan oleh pemberi beasiswa. Adapun dana yang di terima penerima beasiswa digunakan untuk membiayai kuliah, buku, kamar atau biaya lainnya yang masih terkait dengan biaya pendidikan.

Ada beberapa lembaga terkenal di Jerman yang menawarkan program scholarsip atau beasiswa yaitu :

  • Deutchland stiependium
  • Erasmus+
  • Heinrich Boll Foundation
  • DAAD Scholarships
  • Humboldt Scholarships

 

Demikianlah cara menempuh kuliah gratis di Jerman tanpa uang jaminan dan dapat uang saku.

Memang perjalanannya cukup panjang bahkan memakan waktu lama namun semuanya bermuara pada pembelajaran hidup yang menghasilkan buah keberhasilan tanpa harus mempunyai uang segudang untuk bisa bersekolah di luar negeri.

Ide menulis coretan ini karena saya ingat suatu quote dari Soekarno yang  mengatakan, ” Berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia”. Mudah-mudahan ada lebih dari 100 pemuda-pemudi Indonesia  yang membaca coretan   ini dan terguncang hatinya untuk punya semangat belajar baru  walau terbentur biaya. Dengan banyaknya orang indonesia punya semangat belajar dan berusaha untuk bisa mengenyam pendidikan berharap suatu saat bisa mengubah Indonesia lebih baik seperti yang dikatakan oleh  Nelson Mandela  bahwa pendidikan merupakan senjata yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.

Bila ingin mencoba program di atas maka mulailah dari sekarang anda belajar bahasa Jerman karena belajar bahasa Jerman adalah tantangan yang paling besar saat anda ingin belajar di Jerman. Bahasa Jerman merupakan kunci untuk pintu ke Jerman. So, semangatlah belajar bahasa Jerman agar anda bisa melamar langsung dari Indonesia sendiri.

Sebenarnya saya ingin  bercerita banyak mengenai suka duka Azuby dan Mahasiswa Dual Studium di coretan part 2 ini tapi takut kepanjangan jadi lebih baik di coretan berikutnya saja ya! Biar tidak bosan .  Coretan berikutnya dengan judul  ”Suka duka menjadi Azubi dan Mahasiswa Dual Studium di Jerman, sehingga nantinya anda bisa tahu kira-kira anda cocok untuk ikut Ausbildung ataukah Dual Studium ? . Begitupun Link website untuk Au-pair, Trager FSJ, Ausbildung atau studium mungkin akan saya buat di coretan selanjutnya.

Cung siapa yang tertarik sekolah di luar negeri melalui  program di atas ?!

 

Salam semangat belajar !

 

  1. Sepertinya seru sekali dari awal perjalanan dan sampe hingga kuliah di jerman dan terimakasih untuk ide nya mudahan saya juga bisa hehehe 😁😁

    Balas
  2. Wah, semakin menggiurkan nih nih. Tentu perjuangan menuju cita-cita nggak semudah membalikkan telapak tangan, ya. Suka duka mesti dijalani satu paket. Siapa coba yang nggak tertarik untuk belajar di negara maju seperti Jerman? Duh, jadi ingat sama Pak Habibie, euy.

    Balas
    • Program Ausbildung menjadi bagian program pendidikan Jerman dan saya kira akan ada terus.

  3. Ternyata pilihan kuliah di luar negeri banyak pilihannya. Hayo, anak muda yang pingin sukses kuliah di luar negeri, cuss ah baca artikel ini

    Balas
  4. Makin menarik aja bahasannya. Cerita tentang Nuki kemarin sudah banyak yang kuceritakan ulang ke pada keponakan. Yang bagian peluang-peluang ini malah lebih menarik lagi. ternyata banyak banget jalur masuknya. tapi memang kerja keras ya mbak. Otak juga mesti encer. Tapi kalau anak-anak muda harusnya tertarik dengan peluang seperti ini.

    Balas
  5. Waaah.. informasinya bagus banget mba’ Neyni. Lengkap dan sangat informatif. Adek-adek sepupuku banyak yang mau belajar ke luar negeri. Ini bisa jadi salah satu rekomendasi buat mereka. Terimakasih ya mba’

    Balas
  6. Eah info ttg kuliah gratis di Jerman bikin mupeng. Tp apalah daya udh gk mgkin hehe…mksh ya sharingnya

    Balas
  7. Kalau belajar bahasa di negara asalnya kayaknya lebih mudah ya, Mbak. Seperti Nuki yang belajar Bahasa Jerman di Jerman, berarti banyak praktek menggunakan bahasa yang sedang dipelajarinya ya..

    Balas
  8. Wow, Yuni mengunjungi wattpad Nuki dan dia bercerita pengalamannya selama di Jerman. Dalam tiga buah karya.

    Anyway, setiap putra-putri Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri mesti baca artikel ini deh. Banyak pilihan batu loncatannya.

    Balas
    • Terimakasih sudah berkunjung ke Wattpadnya. ya mba mudah-mudah bisa memberikan informasi anak-anak Indonesia yang masih bingung cari sekolahan

  9. Terima kasih banyak Bund, semoga banyak anak muda yg tertarik.

    Di tunggu kelanjutannya Bund,

    Ku penasaran dengan keluarga Nuki yg ditinggal ke luar negeri Bund?

    Balas

Tinggalkan komentar