Ada Cinta di Bakery Indo Jerman VENNY’S ALTDEUTSCHES BACKHAUS

Bukan Cinta Sepotong Roti tapi Cinta Sepenuh Hati Ingin Membahagiakan Seorang Istri

Venny berasal dari kota Sumba Nusa Tenggara Timur Indonesia. Venny terlahir dan tumbuh dari keluarga yang sederhana. Walau dari keluarga yang sederhana namun tidak sederhana dalam cita-citanya.

Mempunyai cita-cita tinggi, belajar dan bekerja keras serta selalu semangat dalam kesehariannya membuat Venny bisa terbang ke Austria untuk bekerja di sana.

Tuhan mempertemukan Venny dengan pria idamannya, seorang bule Jerman yang bekerja di sebuah hotel di Austria.

Pertemuannya membawa mereka ke pelaminan. Mereka menikah di Sumba Nusa Tenggara TImur dengan memakai adat NTT.  Suaminya memimpikan untuk bisa tinggal di Indonesia namun Venny berkata lain. ” Saya ingin merasakan bagaimana hidup di Jerman” kata Venny saat suaminya mengajak untuk  tinggal di Indonesia.

Akhirnya suaminyapun mengikuti keinginan sang istri tercinta kemudian mereka mengucapkan selamat tinggal Austria dan memulai hidup baru di Jerman.

 

 

”Sebenarnya saya ingin punya kehidupan yang sederhana saja, punya rumah kecil di suatu desa di Indonesia, punya kebun,  punya beberapa piaraan hewan dan  punya motor bisa hidup tenang dan berkeliling desa tetapi  saya tahu istri saya punya mimpi besar untuk hidup sukses dan saya ingin mewujudkan impiannya” jelasnya dalam suatu wawancara di suatu sore.

”Saya sangat mencintainya dan saya ingin dia hidup bahagia disamping saya” lanjutnya.

”ohhhhhh so sweet ”kata saya dalam hati. Ternyata cintanya bukan cinta sepotong roti tapi cintanya sepenúh hati ingin membahagiakan seorang istri.

Hampir-hampir saya lupa  dengan pertanyaan berikutnya yang ada di list saya karena saya terpana dengan pengakuannya yang jujur dan tulus.

Saya turut bahagia dan senang bahwa Venny telah mendapatkan jodoh yang tepat dalam hidupnya.

 

Sejarah Toko Roti VENNY’S ALTDEUTCHES BACKHAUSE

 

 

 

”Saya menamakan toko roti ini dengan nama Venny, agar semua orang tahu bahwa yang punya bisnis ini adalah Venny bukan saya ” ujar suami Venny menjelaskan kepada saya.

”Saya disini hanya sebagai Manager Produksi yang bertanggung jawab untuk produksi saja dan Venny yang mengatur segala urusan dan management toko” tegasnya sambil kemudian dia menceritakan apa  dan mengapa  mereka menambahkan dua kata di belakang nama Venny’s yaitu Altdeuthches dan Backhaus

 

foto dari BR / Bayerischer Rundfunk

Kalau ditarik kesimpulan dari ceritanya bahwa nama backhause ini diambil dari nama sebuah rumah  oven umum pada tahun 1945 an dimana perang dunia ke 2 sedang berlangsung.

Di Jerman,  kala itu tidak semua orang memiliki oven,  dengan demikian pemerintah setempat berusaha untuk membuat beberapa rumah oven di setiap desa dan kota. Bagi orang yang tidak mempunyai oven bisa membawa adonannya untuk di panggang di rumah tersebut

 

 

Oven tersebut tidak memakai listrik atau strum tapi memakai bahan bakar kayu. Rumah oven umum ini dikenal dengan nama Bachause yang artinya rumah untuk memanggang roti.

Terinspirasi dari historikal backhaus inilah maka Venny dan suaminya sepakat menambahkan kata dibelakang nama Venny’s  dengan nama Altdeutches Backhaus.  Agar orang-orang terkenang dengan lezatnya roti Altdeuthcshes yaitu roti Jerman jaman dahulu  yang terbuat dari bahan-bahan alami tanpa tambahan chemical,  dibuat dengan tangan dan  dipanggang di Backhaus.

 

 

Roti,  kue bagi Venny dan suaminya memiliki kemampuan yang unik,  tidak hanya menghubungkan mereka berdua dalam bahtera rumah tangga namun  mampu membuka lapangan pekerjaan, membantu orang-orang di sekitarnya dalam menyediakan  kebutuhan akan roti dan kue baik untuk kebutuhan sehari-hari ataupun perayaan khusus.

 

 

 

Waktu Bukan Suatu Halangan

Suami Venny  bekerja mulai jam 24.00 kemudian Venny dan teamnya mulai jam 3.00. Toko mulai buka jam 5.30 sampai jam 14.00.

 

Perjuangan pasangan ini perlu diacungkan jempol karena kalau dilihat jam kerjanya begitu berat , dari tengah malam dan pagi buta sudah bekerja.

Di saat orang-orang sedang terlelap tidur, mereka harus berjibaku dengan adonan dan panggangan. Benar-benar waktunya berbanding terbalik dengan kebiasaan orang-orang pada umumnya.

Berat memang namun  bagi orang-orang yang punya hobi dan suka melakukan pekerjaan kreativitas khususnya memasak dan memanggang,  waktu tidak menjadi masalah dan bukan menjadi suatu halangan.

Bagi mereka pekerjaan tersebut adalah sangat menyenangkan dan membuat perasaan mereka merasa lebih baik dan bahagia.

Ketika mereka  membuat adonan ada semacam  chemistri antara si pembuat dengan bahan-bahan yang diolah.

 

 

Saat  roti atau kue itu ditarik dari oven lalu  mencium bau wangi serta melihat bentuk roti dan kue yang memukau maka akan ada suatu kebanggaan tersendiri.

Mereka  akan tersenyum bahagia saat melihat  orang-orang menikmati roti atau kue buatannya demikian pula saat pelanggan datang kembali, menyapa dan memesan kembali roti atau kue buatannya ada rasa puas melekat di dadanya. Inilah sesungguhnya cita rasa seni hidup bagi seseorang yang bekerja  di bidang kreativitas seperti membuat kue atau roti dan memasak

.

Roti dan Kue Harus Tertata Rapi Sebelum Matahari Menyapa Bumi

Membuat roti dan kue buatan tangan dan memanggangnya adalah sudah menjadi seni bagi Venny dan suaminya. Mereka menyediakan berbagai macam roti dan kue buatan sendiri.

Semua bahan dicampur sesuai dengan resep rahasianya,  diolah dengan tangan mereka lalu menghasilkan adonan yang lembut dan  dimasukan ke dalam oven. Tak lama,  adonan dalam ovenpun bergerak dibarengi dengan aroma wangi khas dan bim salabim  oven telah mengubah  adonan menjadi roti dan kue bak sebuah magic.

Sebelum matahari menyapa bumi, roti dan kue sudah tertata rapi dalam rak.

 

Mengubah Hobi Menjadi Bisnis

 

 

Berawal dari hobi Venny mengawali bisnisnya. Venny sangat gemar membuat kue-kue saat masih di Indonesia namun kegemarannya belum terpikir untuk dijadikan peluang usaha. Setelah dia di Austria, kegemarannnya membuat kue berlanjut.

Selain hobi, Venny banyak belajar mengenai kue dan roti dari suaminya.  Venny mempunyai keyakinan bahwa kue  dan rotinya punya nilai jual dan  bisa dipasarkan. Vennypun meminta suaminya berkolaborasi bersamanya untuk membangun sebuah toko Roti.

Dengan membangun toko roti, Venny bisa menyalurkan hobinya sekaligus menjadi sumber aliran pendapatannya bahkan sekarang sudah menjadi  bisnis profesi. Mengelola toko dan menikmati kebersamaan dengan suaminya telah mengisi hari-harinya selama hidup di Jerman.

Hampir semua orang punya hobi. Banyak orang yang meluangkan waktunya untuk mengerjakan hobinya hanya untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasaan. Ada beberapa hobi yang bila dikerjakan dengan serius maka hobi tersebut akan menjadi nilai tambah dalam hidup dan  bisa menjadi sumber aliran pendapatan sehari-hari bahkan bisa menjadi bisnis profesi.

Banyak hobi yang berpotensi menghasilkan uang namun banyak pula orang yang mempunyai hobi tapi takut untuk mengembangkannya padahal sebenarnya dirinya tahu bahwa hobinya punya nilai jual dan bisa laku di pasaran.

Ketakutan akan kegagalan dan kurang rasa percaya diri inilah yang sering menghantui  orang-orang yang ingin menjadikan hobinya sebagai peluang bisnis.

Bila anda merasakan bahwa anda memiliki hobi yang punya potensi menghasilkan uang maka mulailah anda menyusun perencanaan mengerjakan hobi anda menjadi lebih serius. Buatlah strategi  awal dengan menyisihkan uang  anda untuk modal kecil-kecilan. Cobalah membuat contoh produk gratis lalu tawarkan kepada tetangga, teman kerja  atau teman medsos anda. Bangunlah jaringan network anda dan kalau sudah ada jaringan network perlakukanlah hobi anda menjadi pekerjaan.

Memperlakukan hobi menjadi pekerjaan bisa dilakukan paruh waktu dahulu atau dikerjakan oleh orang lain atau bisa juga langsung bisa dijadikan sebagai pekerjaan tetap.

 

Tantangan Membuka Bisnis di Jerman

 

 

 

Tidak semanis sepotong kue yang dibuat Venny dalam menghadapi tantangan usahanya di Jerman. Setelah Venny mendaftarkan usahanya ke Handwerkers atas namanya maka perusahaan Venny pun harus tunduk pada aturan-aturan yang berlaku.

Handwerkers ini adalah sebagai lembaga publik yang mengorganisir dan mengawasi perusahaan swadaya masyarakat.

Bukan hanya tunduk pada kewajiban regulasi pemerintah dan aturan-aturan berlaku saja namun Venny juga harus siap menerima beberapa konsekwensi dalam berbisnis di Jerman. Salah satu contohnya adalah masalah karyawan.

Di Jerman bila ada karyawan yang tidak bekerja karena sakit maka  perusahaan harus tetap membayar gaji dan asuransinya karyawan  tersebut. Seandainya karyawan yang sakit lebih dari 1 atau 2 orang dan sakitnya lama maka hal ini akan memberatkan  perusahaan.

Di Jerman karyawan tidak boleh bekerja lebih dari 10 jam dalam sehari. Walhasil bila ada karyawan yang tidak masuk dalam jangka waktu yang lama maka bagi perusahaan  akan kerepotan kekurangan tenaga karyawan, otomatis perusahaan harus menggambil karyawan baru. Dengan mengangkat karyawan baru dan tidak bisa memecat karyawan lama maka perusahaan harus membayar dobel gaji plus asuransi karyawannya untuk karyawan lama dan karyawan baru.

 

Membuka Toko Bakery di Indonesia

 

Veny dan suaminya berkeinginan untuk pindah ke Indonesia dan mencoba untuk membuka toko roti di Indonesia. Wah asik nih, kalau pindah ke Indonesia pastinya orang Indonesia bisa menikmati roti dan kue asli buatan Jerman.

Saya anjurkan  kalau mereka pindah ke Indonesia, harus mencoba mencicipi roti dan kue buatan mereka. Kenapa harus  mencoba mencicipinya roti dan kue asal Jerman ini ? karena rasanya enak, variasinya banyak, dan bentuknya bermacam-macam sehingga bisa  merubah opini anda tentang makna sebuah roti atau kue.

 

 

Tipe roti bermacam-macam ada yang keras, lembut ada pula yang krunci. Bentuknyapun berbeda-beda ada yang panjang, bulat dan persegi. Demikian pula warnanya ada yang putih, coklat gelap, coklat emas. Rasanya ada yang tawar , manis dan gurih. Mantap kalau disajikan saat sarapan pagi.

Tak kalah untuk kuenyapun tipe dan macamnya bervariasi mulai dari tradisional dan modern. Rasanya lecker dan cocok untuk menemani disore hari dengan secangkir teh atau kopi di meja atau saat acara-acara khusus seperti ulangtahun, pernikahan, arisan, seminar dan hari-hari perayaan lainnya.

 

Alamat Toko Bakery

 

 

Bila sedang jalan-jalan ke Jerman, jangan lupa  menyempatkan diri untuk mampir dan mencicipi sajian roti dan kue Venny. Toko Venny’s Altdeutsches Backhaus merupakan satu-satunya toko bakery Indo Jerman di negara Jerman yang beralamat di

Willhelmschussen-Str 44, 88427 Bad Schussendried

Demikianlah cerita dibalik Venny’s Altdeutsches Backhaus. Tidak hanya ada roti dan kue  yang lezat saja  di sana namun juga ada cinta. Bakery ini dibangun karena kecintaan seorang suami pada istrinya. Karena ada cinta di Bakery Venny’s Altdeutsches Backhaus, sudah dipastikan roti dan kuenya dibuat dengan penuh cinta.

Apakah anda tertarik tertarik ingin mencoba khas roti Jerman? Apakah anda punya hobi yang bisa dikembangkan menjadi sebuah bisnis profesi ?