3 Hal yang Mengesankan Saya Ketika Tinggal di Jerman

 

 

Banyak yang menanyakan, ”apa enaknya hidup di Jerman?”. Kalau masalah enak apa enggaknya, dimanapun kita berada itu ada enak ada enggaknya. Hal itu tergantung orangnya karena saya fikir kalau masalah enak tergantung pada selera dan rasa syukur. Rasa selera tergantung pada taste setiap orang dan rasa syukur biasanya tergantung pada kepuasan seseorang. Jadi banyak variablenya.

Tapi kalau ditanya apa kesan hidup di Jerman, mungkin saya bisa memberikan beberapa hal yang membuat saya terkesan dengan negara berbendera hitam, kuning merah ini. Baiklah kalau begitu, inilah 3 hal  membuat saya berkesan selama hidup di Jerman adalah sebagai berikut :

1. Jerman adalah negara naturistik  dan segar udaranya

Saya bersama anak-anak tiba di Jerman sekitar bulan April 2017. Kami tinggal di sebuah desa , ditengah-tengah perkebunan anggur. Suasananya tenang dan berbukit-bukit. Sepi dan sunyi, terkadang detak jam dindingpun terdengar. Pemandangannya cukup indah di pandang mata.  Benar-benar so green. Begitupun saat berganti musim maka suasana dan pemandangannya berganti.

Penghijauan ada dimana-dimana baik di desa ataupun di kota. Sistem penanganan sampah dan daur ulang yang handal serta kesadaran warganya yang tinggi  dan disiplin membuat Jerman bebas banjir dan bebas polusi . Tidak heran kalau udaranya tetap segar dan lingkungan senantiasa terjaga kebersihannya.

Walaupun revolusi industri pernah lahir di Jerman dan Jerman menjadi icon  teknologi dunia namun dalam pembangunan kotanya  tidak serta merta membangun negaranya menjadi kota metropolis yang modern atau  menanam beton-beton yang  menjulang tinggi. Jerman tetap Jerman membangun kota dan infrastrukturalnya selalu mengedepankan, menyertakan estetika natur dan budaya Jerman.

 

2. Jerman adalah surga untuk anak-anak

Baru dua minggu anak saya menjadi anak baru di suatu sekolah lokal Jerman.  Suami saya ditelepon oleh seorang guru  dan bertanya mengapa anak saya tidak masuk sekolah. Suami saya kaget dan mengatakan bahwa anak saya tadi sudah berangkat. Akhirnya gurunya menelpon polisi dan polisi segera mencari keberadaan anak saya  dan alhamdulillah anak saya ketemu. Ternyata anak saya salah naik bis.

Sudah ketentuan dari sekolah,  bila ada seorang  anak yang tidak hadir sampai jam 9.00 pagi di sekolah dan tidak ada kabar dari orang tuanya maka gurunya akan menelpon orang tuanya dan apabila orang tua tidak mengetahui keberadaan anaknya maka menjadi urusan kepolisian.

Seluruh anak-anak yang tinggal di Jerman baik warga negara Jerman ataupun bukan, mendapatkan uang kinder geld dari negara. Di tahun 2020 , besar uang kinder geld yang diterima orang tua, tergantung berapa jumlah anak yang dimiliki . Untuk 1 anak 204 euro, 2 anak 408 euro , 3 anak 618 euro, 4 anak 853 euro , 5 anak 1088 euro dst.

Walau ada uang kindergeld yang diberikan negara kepada orang tua yang memiliki anak , tetap masih banyak  pasangan Jerman yang tidak tertarik untuk mempunyai anak tapi bukan berarti mereka tidak senang dengan anak-anak . Orang Jerman mencintai anak-anak. Bisa dilihat dimana-mana orang Jerman akan benar-benar memperhatikan anak-anak.

Orang tua di Jerman dituntut benar-benar dalam memelihara anak-anaknya.  Bila orang tua tidak layak dalam memelihara anaknya maka negara tidak segan-segan akan mengambil hak asuhnnya dan diberikan kepada orang lain yang dianggap lebih layak. Anak saya bilang bahwa dia sering ditanya mengenai kabar orang tua  di rumah oleh gurunya. Saya bilang pada anak saya, ”wah adik pasti bilang dong sama ibu guru kalau  Ibu ini bawel orangnya ya?”. ”Mmmm nggak lah Bu, aku kan ngga mau jadi Malin Kundang ” Jawabnya sambil senyam senyum. ”Yesss…!!” saya berseru sambil mengepalkan tangan saya.

Bila ada orang tua yang merasa mampu mengajarkan anak-anaknya  tapi tidak mengirimkan anak-anaknya ke sekolah atau melakukan homeschooling maka  orang tua tersebut  akan kena denda dan berurusan dengan kepolisian karena hal tersebut dianggap ilegal.

 

3. Sekolah mengenalkan pekerjaan secara dini 

 

Ini adalah tempat praktek kerja anak saya saat kelas 8 di dokter gigi

Pengenalan akan pekerjaaan sudah dimulai sejak dari SD. Seorang guru akan mendampingi murid-murid SD nya berkunjung ke tempat-tempat sosial seperti panti jompo, perpustakaan, musium dll yang bersifat sosial. . Mereka membantu pekerjaan-pekerjaan yang ringan.

Saat tingkat SMP , anak-anak sudah harus praktek kerja mandiri tanpa didampingi gurunya. Mereka sudah diajarkan bagaimana cara membuat surat lamaran praktek kerja, wawancara praktek kerja dan melatih langsung melamar kerja sendiri ke perusahaan sebagai tempat praktek kerja. Kemudian bila sudah selesai praktek kerja,  mereka harus mempresentasikan hasil kerja mereka selama praktikum atau praktek kerja.

Terkadang ada Offnen Schule semacam kegiatan dimana orang tua bisa hadir melihat presentasi anak-anaknya.

Menurut saya pengenalan kerja sejak dini adalah lebih bagus karena anak akan dilatih lebih mandiri dan belajar bersoasialisai dengan pekerjaan dan kumpulan orang dewasa. Sehingga ketika mereka lulus SMA atau kuliah mereka tidak terlalu kebingungan dan lebih mantap dalam menentukan jenis pekerjaan yang mereka sukai atau mereka impikan. Memang hal ini tidak gampang karena diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan-perusahaan dan sekolah.

Yang lebih menarik dalam praktek kerja tersebut adalah anak -anak mulai diajarkan bagaimana mengindentifikasikan masalah dalam pekerjaan dan mencari solusinya dengan cara berdiskusi bersama teman-temannya saat presentasi. Hal ini keren banget untuk bekal mereka saat mereka terjun dalam pekerjaan yang real karena walaupun  orang Jerman itu jarang ngobrol atau chiit chat pada saat bekerja akan tetapi saat meeting atau rapat, mereka cukup alot dan ramai selama diskusi. Ini terjadi pada saya,  sekalipun saya diam dalam rapat hanya mendengarkan mereka saat rapat  tetap tetap ujung-ujungnya akan ditanya dan diminta saran.

Itulah ke 3 hal yang membuat saya terkesan dengan Jerman. Namun selain hal-hal yang berkesan tentunya ada juga beberapa hal  yang sempat membuat saya mengalami shock kultur. Agar tidak shock kultur saat di Jerman, ada baiknya mengetahui hal-hal yang harus diketahui sebelum pindah atau tinggal di Jerman. Mariiii, Cek coretan  saya berikutnya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *